Belajar Bertanggung Jawab

Parenting

ausbildungaupair.com – Rasa tanggung jawab perlu dilatih sehingga anak dapat menerima dan menyerap perilaku-perilaku positif menjadi suatu kebiasaan. Apakah buah hati Mama papa sudah diberi suatu tanggung jawab sehari-hari? Tak perlu yang sulit, misal si 6 tahun, selalu diminta untuk mengembalikan handuknya setiap habis mandi. Atau si 10 tahun, selalu merapikan ranjangnya setiap pagi. Betul, rasa tanggung jawab tidak bisa datang menghampiri anak begitu saja.

Rasa itu perlu dilatih, dibangun bertahap, agar anak dapat menerima dan menyerap perilaku-perilaku positif menjadi suatu kebiasaan. Yang dimaksud dengan rasa tanggung jawab adalah anak tahu alasan mengapa dia melakukan suatu tindakan. Nah, yang menjadi tantangan bagi kita, orangtua, adalah bagaimana anak dapat menyerap tanggung jawab tanpa merasa dipaksa, namun justru bisa menerimanya dengan fun tanpa ada penolakan keras.

SEKALI LAGI, JADILAH TELADAN

pada prinsipnya anakanak selalu menjadikan lingkungan sebagai contoh. Orangtua yang terbiasa tertib, akan lebih mudah diikuti oleh anak, daripada sekadar mengomel tiap kali anak melakukan kesalahan. Dengan kata lain, orangtua yang tidak terbiasa hidup tertib, jangan terlalu berharap anaknya akan mematuhi sederet peraturan yang disodorkan. Rasa tanggung jawab harus dimulai dari pemberian contoh dari orangtua.

Bagaimana merapikan mainan yang telah selesai digunakan, mengembalikan barang yang diambil ke tempat semula, mengikuti jadwal harian dan sebagainya. Bila perilaku-perilaku tersebut dilaksanakan secara terus-menerus dengan sebuah kesadaran dan tanpa paksaan, anak akan merasakan nyamannya sebuah keteraturan. Terapkan peraturan ini dengan konsisten, siapa pun yang ada di rumah harus mematuhinya, ada atau tidak ada orangtuanya.

Bila perlu terapkan sistem reward dan punishment kalau sampai tahapan tertentu setelah sekian lama diajarkan anak belum juga bisa melakukannya. Jadi, yuk mulai libatkan si usia sekolah dalam kegiatan sehari-hari. Meski ada si mbak, minta ia membantu kita merapikan kamar. Di usia 6 tahun, anak juga sudah bisa diminta menaruh piring ke tempat cuci piring sehabis makan, menggantung handuk di tempatnya seusai mandi, dan sebagainya.

Bila ia menjalankan tanggung jawabnya, berikan pujian. Acungan jempol atau sekadar ucapan “wah rajinnya anak Mama!” merupakan penyemangat bagi anak untuk melakukan kembali tanggung jawab tersebut hingga pada akhirnya tanggung jawab itu berubah menjadi kebiasaan positif baginya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *