Tentang Bayi Prematur Bagian 2

Parenting

BPD disebabkan oleh kerusakan paru-paru akibat komplikasi penggunaan alat bantu pernapasan jangka panjang. Kondisi seperti ini memerlukan perawatan intensif.

2. Pneumonia. Masalah pernapasan lainnya yang sering berhubungan dengan prematur adalah infeksi bakteri pada paru-paru. Infeksi ini akan menyebabkan proses peradangan sehingga menurunkan kemampuan paru-paru dalam pertukaran O2 dan CO2 dan membuat bayi kekurangan oksigen. Penanganan kasus ini memerlukan pemberian antibiotik dan bantuan oksigen. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, infeksi akan berkembang menjadi infeksi yang menyebar ke seluruh organ tubuh (sepsis) dan infeksi selaput otak (meningitis).

3. Apnea dan bradikardia. Apnea adalah suatu kondisi ketika bayi mengalami henti napas selama >20 detik. Sedangkan bradikardia adalah kondisi terjadinya penurunan frekuensi jantung <100 x/menit. Keduanya sering timbul bersamaan, diawali dengan apnea dan disusul oleh bradikardia. kondisi ini dapat membahayakan jiwa sehingga memerlukan perawatan intensif.

4. Infeksi. Sistem kekebalan tubuh bayi prematur yang masih belum sempurna sangat rentan terkena infeksi bakteri. Karena itulah, perawatan dalam inkubator amat diperlukan sebagai barrier terhadap infeksi.

5. Jaundice atau bayi kuning. Bayi prematur rentan mengalami kondisi yang menyebabkan kulitnya menjadi kuning. Hal ini disebabkan oleh penimbunan bilirubin yang berasal dari pemecahan sel darah merah. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan persarafan permanen hingga kematian karena bayi prematur tidak dapat mengurai bilirubin yang berlebih dalam tubuhnya. Terapi untuk keadaan ini adalah fototerapi berwarna biru untuk membantu penguraian bilirubin di dalam tubuh bayi.

6. Perdarahan intraventrikular. Bayi prematur yang lahir dengan usia <34 minggu memiliki risiko lebih tinggi mengalami perdarahan dalam otak. Pembuluh darah otak bayi prematur masih belum terbentuk sempurna, sehingga tidak tahan ketika mengalami perubahan tekanan dan sirkulasi darah mendadak seperti saat persalinan. Kondisi ini dapat menyebabkan cerebral palsy, keterlambatan perkembangan mental, dan kesulitan dalam proses belajar. Perdarahan otak ini sering terjadi pada 1/3 bayi yang lahir pada usia antara 24–26 minggu.

Berikut ini informasi lengkap mengenai tes IELTS untuk anda yang akan mengikutinya sebaiknya persiapkan diri di tempat kursus persiapan IELTS terpercaya di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *